Learning loss merupakan suatu kondisi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik secara umum maupun khusus, atau juga situasi dimana terjadinya kemunduran secara akademik karena adanya kondisi tertentu seperti terdapat kesenjangan berkepanjangan, yang biasanya ditandai dengan hilangnya motivasi dan semangat dalam belajar.
Kondisi learning loss sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun istilah ini baru muncul kepermukaan pada saat terjadinya Pandemi COvid-19 tahun 2019. Pada saat itu semua bidang kehidupan mengalami transformasi, khusunya dalam bidang pendidikan. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan membuat kemunduran yang sangat besar dalam kemampuan belajar peserta didik. Contohnya pembelajaran yang semestinya dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik dalam waktu satu bulan saat proses pembelajaran tatap muka di kalas justru membutuhkan waktu enam bulan bagi peserta didik memahaminya dalam proses pembelajaran jarak jauh (daring). Hal ini menunjukan adanya kemunduran akademik peserta didik setelah mengalami kesenjangan.
Learning loss bukan hanya berdampak pada kemunduran akademik seorang siswa, melainkan juga berdampak pada kondisi Psikologis mereka. Namun hal ini paling banyak dirasakan oleh pelajar setingkat SMA dan juga Mahasiswa khususnya pada masa COvid-19. Ustadzah Jusmiati, S.Psi., M.Psi selaku Pembina Pondok Pesantran Anwarul Qur’an dalam kegiatan rutin bedah artikel, menambahkan bahwa kondisi ini juga akan menimbulkan rasa cemas akan masa depan yang akan mereka lalui, stress terhadap tekanan yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka, serta perasaan khawatir secara berlebihan terkait sesuatu yang belum pasti dapat terjadi.
Ustadzah Jusmiati, S.Psi., M.Psi juga menerangkan bahwasanya kondisi learning Loss berbeda dengan kondisi kesulitan belajar. Jika kesulitan belajar dialami oleh peserta didik karena memang terdapat kesulitan dalam proses pembelajaran atau dalam proses penerimaan materi, maka kondisi learning loss dialami oleh peserta didik yang sebelumnya sudah memiliki kemampuan dan skill lalu kemudian mengalami penurunan karena tidak pernah dilatih atau diasah kembali. Penurunan ini juga bisa terjadi karena adanya libur panjang.
Dalam hal ini ustadzah memberikan contoh sederhana dari learning loss melalui mengaji. Bagi seorang muslim kemampuan membaca Al-Qur’an didapatkan kerena rutinas yang setiap hari dilakukan selalu mengaji. Namun ketika seseorang mulai berhenti untuk melakukan rutinitas tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama, maka dapat menimbulkan kemunduran dalam kemampuan membaca Al-Qur’annya. Singkat kata, kemampuanya dalam membaca Al-Qur’an sebelumnya berbeda dengan kemampuanya sekarang ketika mencoba memulai kembali setelah sekian lama berhenti.
Maka salah satu cara untuk menghindari kondisi learning loss adalah dengan selalu mengembangkan kemampuan juga skill yang telah didapatkan dan tetap membangun rutinitas serta mencoba untuk tidak meninggalkanya.
*Materi ini disampaikan dalam kegiatan bedah artikel mingguan di Pondok Pesantren Anwarul Qur’an oleh, Maknuna, Afrah Qurratu A’yun dan Khusnul Khatimah serta tambahan dari Pembina pada tanggal 25 Maret 2023

Add a Comment