Ikuti Alurnya, Nikmati Prosesnya

Oleh: Hamiyuddin, S.Pd.I., MH.

“Ikuti alurnya, nikmati prosesnya” merupakan sebuah ungkapan yang mengajarkan manusia untuk menikmati setiap langkah dan proses dalam hidup, tanpa terburu-buru atau terlalu terpaku pada hasil akhir semata. Ungkapan ini mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh pada proses atau perjalanan yang dalam mencapai tujuan dan cita-cita, daripada hanya berfokus pada hasil akhir.

Dalam konteks kehidupan, ungkapan ini mengajarkan kita untuk menikmati setiap langkah dalam mencapai tujuan, mulai dari proses belajar, mencoba, gagal, hingga mencapai kesuksesan. Kita harus memahami bahwa proses itu sendiri adalah bagian dari kehidupan yang juga tak kalah penting bahkan lebih penting dari hasil akhir. Proses itu menarik untuk dijalani, sekaligus bagian di mana kita dapat memetik pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan Allah yang menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi yang mati. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mendengarkan.” (QS. An-Nahl: 65)

Ayat ini memberikan kita sebuah refleksi, bahwa kehidupan manusia juga sebagaimana air hujan yang turun memperbarui kehidupan bumi yang bahkan sudah mati. Untuk menghidupkan tanah yang tandus, tentu mudah saja bagi Allah, tetapi Allah memperlihatkan bagaimana prosesnya kepada kita, sehingga kita bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah di setiap alur penciptaan semesta.

Seringkali, kita begitu terpaku pada hasil akhir atau dan berambisi untuk tujuan yang ingin dicapai, sehingga kita melupakan betapa pentingnya proses dalam mencapai tujuan tersebut. Kita perlu menghargai setiap langkah usaha, ikhtiar, dan keputusan, karena setiap proses yang dijalani adalah bagian dari perjalanan hidup yang sangat berharga. Kita perlu mempersiapkan diri secara lebih matang dan menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dalam perjalanan menuju tujuan. Selain itu, melalui proses tersebut, kita dapat memperkuat tekad, keterampilan, dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul.

Tak jarang, kita terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, tak sabar sampai pada tujuan, terburu-buru ingin mengakhiri perjalanan. Jangankan hasil akhir baik yang didapatkan, bahkan usaha yang dijalani pun tidak lagi bermakna. Menghargai proses adalah bagian dari kerendahan hati dan kelapangan dada menjalani kehidupan yang digariskan Allah.

وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra’: 37)

Hargailah setiap langkah yang dijalani, sekaligus belajar mengukur kemampuan diri dan berusaha untuk terus berkembang. Dengan mengikuti alur kehidupan dan menikmati prosesnya, kita dapat meraih kesuksesan yang hakiki dan kebahagiaan yang lebih teresapi, serta belajar dari setiap pengalaman yang dijalani. Hal ini juga akan membantu kita untuk menjaga keseimbangan hidup, menghargai setiap detik, setiap menit dan jam, sekecil apapun langkah hidup kita.

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *