Sunnah-sunnah Nabi banyak dihidupkan di pesantren. Tapi harus diakui bahwa sunah shalat, sunnah berzikir, sunnah berpuasa, sunnah mengaji, semunya berlomba-lomba dilakukan santri. Tapi saya belum bisa memastikan apakah semangat yang sama ditunjukkan santri dalam menghidupkan sunah ekologi. Miris rasanya kalau pesantren rajin baca kitab kuning, tapi tak peduli sampah. Tidak lengkap rasanya bila santri pondok hafal bab thaharah (bersuci), tapi toiletnya masih bau najasah (najis). Kurang sunah rasanya bila santri rajin membersihkan qalbunya, tapi tak rajin menjemur kasurnya.

