
Oleh: Aliasyadi*
Terburu-buru dalam hal apapun bisa berakibat fatal. Jika boros itu saudara syetan maka terburu-buru itu sepupu syetan. Nabi bersabda:
العَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Artinya : Terburu-buru itu dari syetan.
Banyak hukum agama batal jika dilakukan secara terburu-buru. Ahli waris yang karena terburu-terburu ingin memperoleh bagian warisannya sehingga nekat membunuh pewarisnya akan kehilangan hak waris. Para ulama membuat kaedah fiqih tentang ini berbunyi:
مَنِ اسْتَعْجَلَ شَيْئَا قَبْلَ أَوَانِهِ عُوْقِبَ بِحِرْمَانِهِ
Barangsiapa terburu-buru melakukan sesuatu sebelum waktunya akan dihukum dengan gugur haknya.
Era sekarang yang serba cepat banyak mengubah gaya hidup manusia menjadi terburu-buru. Terburu-buru mau jadi ilmuan dan cendekiawan. Terburu-buru mau menjadi miliarder. Terburu-buru ingin terkenal.
Saya sering menasehati santri-santri Anwarul Qur’an untuk tidak terburu-buru membaca, memahami, dan menyimpulkan sesuatu. Karena salah baca bisa menyebabkan salah memahami. Salah memahami bisa berakibat salah menyimpulkan. Dan salah menyimpulkan berujung pada paham salah. Paham salah menimbulkan konflik dalam masyarakat.
Penguasa Andalusia dan Maroko pernah tersinggung gara-gara tulisan Ibn Rusyd. Dia menganggap itu sebagai penistaan atas kehormatan raja. Tulisan yang dimaksud adalah :
رَأَيْتُ الزَّرَافَةَ buy deca durabolin in uk عِنْدَ مَلِكِ البَرْبَرِ
Aku melihat jerapah milik raja Barbar
Barbar adalah gelar yang disematkan oleh orang-orang Eropa sebagai ejekan buat muslim di Maroko dan Andalusia. Lalu Ibn Rusydpun tangkap. Saat diinterogasi Ibn Rusyd menolak segala tuduhan atas dirinya dan menyebutkan bahwa ada kesalahan baca dari Raja. Karena tulisan yang benar adalah :
رَأَيْتُ الزَّرَافَةَ عِنْدَ مَلِكِ البَرَّيْنِ
Aku melihat jerapah milik raja dua daerah (Andalus dan Maroko)
Kisah runtuhnya tembok Berlin Jerman lebih cepat dari yang diperkirakan, juga bermula dari pernyataan terburu-buru seorang juru bicara pemerintah blok Soviet bernama Gunther Schabowski. Ia tidak sengaja mengumumkan dibukanya tembok Berlin dalam sebuah konferensi pers. Massa pun bergerak menuju perbatasan setelah wartawan memuat pernyataan Schabowski. Petugas pos perbatasan yang tidak tahu apa-apa pun tak berdaya. Massa berbondong-bondong datang dan mereka membawa palu untuk menghancurkan tembok Berlin itu.
*Pimpinan Pesantren Anwarul Qur’an Kota Palu

Sehatki selalu Ustdz
amin. syukrn